Pasca abad pertengahan, kemajuan ilmu pengetahuan tak lagi dapat dibendung. Dunia memasuki sebuah era yang mereka sebut sebagai era modern. Era ini telah merubah wajah dunia, segalanya serba instan dengan dikepalai oleh mesin. Ya, tenaga dan bahkan otak manusia semakin lama semakin tergantikan dengan hadirnya mahluk bernama "mesin". Mesin yang menghasilkan suara bising, memuntahkan asap pekat dengan bau menyengat.
Mesin-mesin berkolaborasi dengan manusia tak henti-hentinya mengeruk isi bumi dan berproduksi untuk memenuhi dahaga mahluk yang bernama manusia. Semakin lama mahluk yang tidak pernah merasa puas ini semakin serakah. Karna kebahagian, kesejahtraan dan segalanya diukur dari materi, untuk mengejar materi. Manusiapun saling menipu, menjatukan, bahkan saling melenyapkan. Tenti saja yang paling kuatlah yang akan bertahan. Semacam hukum rimba. Terdengar " hewani" bukan? Tak sekedar hewani, tapi hal ini mengerikan !!
Terkadang, terlintas dibenakku untuk menghindar dari dunia seperti ini. Kembali ke alam yang penuh dengan keindahan, kedamaian, kesederhanaan, dan jauh dari kebisingan, serta polusi. Menghindar dari konflik, hidup ditempat menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi dan persaudaraan. Hidup dalam kesederhanaan, mengambil secukupnya dari alam. Terdengar konservatif bukan? Mungkin saja. Aku hanya membayangkan hidup dalam keluarga kecil, bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan. Sesekali pergi kepasar untuk mencari kebutuhan lainya, lalu mengajarkan adik-adikku membaca buku, belajar tentang agama, perbedaan, dan alam semesta. Ah mimpi itu terlalu ideal sepertinya, karna yang konservatif akan akan tergilas oleh arus. Mungkin aku terlalu banyak menonton Kartu serial Krishna yang hidup di sebuah desa bernama Vrindavan. Bukankah itu terdengar lebih damai daripada hidup dalam ambisi yang tidak akan pernah ada habisnya?