Sabtu, 16 Juli 2016

Think again about Cool-yah

Dari tempat dimana bintang bersinar begitu terang, namun tidak dengan mimpi. Mimpi disini, bukan mimpi ketika kau terlelap, namu apa yang ingin kau raih saat kau membuka matamu, lalu kau bergerak.

Di tempat ini, aku hanya ingin istirahat sejenak dari rutinitas mengejar angka-anagka yang tak kupahami untuk apa. Ya, angka-angka yang hangat disapa dengan sebutan GPA, yang mengukurku dan segenap kemampuanku, dari banyak aspek katanya. Padahal yang kau butuhkan unuk mendapatkan GPA tinggi hanyalah memuaskan ekspektasi para penentu ukuran itu. Ukuran tersebut bisa saja hanya sebatas pertimbangan mereka, atau hanya berdasarkan apa yang mereka suka. hah, tidakkah semuanya terlihat seperti pemahat yang memahat sebuah patung sesuai keinginannya?
Lantas dimana kebebasan yang mereka gembar-gemborkan?
Tujuan pendidikan untuk memanusiakan manusia katanya. Semua tujuan, terlihat ideal bukan? namun pada kenyataannya tak ada yag benar-benar ideal. Bukankah hakikat manusia untuk bebas? Bebas untuk memilih dan menentukan jalanya sendiri. Namun, berada dibawah bayang-bayang ekspektasi orang lain, bukankah sebuah penjajahan yang menihilkan kebebasan?

Akupun ikut terbawa arus. Arus yang terlalu deras untuk dilawan. Dan mungkin akan terlihat lucu untuk menjadi badut diantara banyak kartu Spade, Heart, Diamond, Club.  Mungkin juga karna aku terlalu takut untuk memilih jalan yang berbeda,( meskipun aku selalu berfikir bahwa aku tetap menjadi diriku sendiri untuk menjadi berbeda) . Mengapa begitu takut memilih jalan yang berbeda? untuk keluar dari sistem pendidikan mainstream. Padahal, banyak yang memilih untuk berbeda dan mampu bertahan dan bahkan sukses dengan pilihanya itu.  Alasanya sederhana, menjadi sebuah kebajikan ketika seorang anak menjadi apa yg orang tua harapkan. meskipun dengan begitu harus terpenjara dalam sebuah sistem pendidikan.  apa itu melawan nurani? entahlah

Apakah menjalani hal ini merupakan keihlasan  atau hanyalah dalih?
Aku tak benar-benar tahu seperti apa keihlasan itu, namun yang kulakukan hanyalah mengikuti arus.seperti yang orang-orang katakan”let it flow”. Bukankah hidup ini layaknya sebuah pohon yang memilki banyak cabang? kau hanya perlu memilih untuk melalui dan mejalani satu ranting dari banyak cabang tersebut. Pilihan itu akan mengantarmu pada sebuah akhir yang telah digariskan. Akan tetapi, setiap ranting akan memberikan cerita yang berbeda. Cepat atau tidaknya kau mencapai ujung pohon, tergantung pada cabang dan ranting mana yang kau pilih. Bisa saja ranting itu penuh lika-liku dan panjang atau mulus dan singkat. Namun, tak ada ranting yang mudah untuk dilalui, karna semuanya memiliki tantangan tersendiri. Terserah padamu bagaimana untuk melalu tantangan-tantangan tersebut. 

Ada beberapa tipe ranting yang mugkin akan ditemui, yang penuh resiko dan yang aman. Mungkin ada yang harus melewati ranting itu dengan berdarah-darah karna ia memilih ranting yang penuh dengan resiko. Ranting tersebut berbeda dari yang lain (read: anti-mainstream) yang tak pernah dilalui orang serta tak ada guideline untuk melewatinya. Sehingga untuk lolos dari ranting itu kau harus harus jatuh bangun. Adapun orang yang memilih ranting aman, yang banyak dilalui orang , akan mudah menaklukkannya karna ada guideline dari orang sebelumnya pernah melewati jalan tersebut. Semua pilihan ada ditanganmu. Untuk mengikuti jejak yang telah ada atau membuat jejak baru.  Begitu gambaran singkat perjalanan sebagai proses untuk mencapai ujung pohon.

Mengenai keputusan untuk memilih cabang dan ranting itu.  Tentu saja setiap orang akan bertanggung jawab terhadap semua pilihannya, dan kualitas orang tersebut akan ditentukan oleh seberapa beresiko pilihan yang diambil. Mungkin aku terlalu oportunis, karna tak berani untuk menggambil sebuah pilihan yang berbeda dan lebih beresiko. Bertahan untuk berbeda dan menjadi diri sendiri challenging bukan? Lantas, sanggupkah manusia mejadi diri sendiri? Benar-benar mejadikan apa yang mereka inginkan tanpa membiarkan lingkungan membentuknya..? Dan tanpa membiarkan dirinya terpengaruh pemikiran orang lain?

0 komentar:

Posting Komentar

 

min verden Template by Ipietoon Cute Blog Design