Suatu kerajaan atau dinasti pasti pernah mencapai masa kejayanya. Namun, pada akhirnya kerajaan itupun mengalami kemunduran dan pada akhirnya runtuh.
Penyebabnya pun beragam, bagiku salah satu penyebanya adalah tidak tuntasnya transfer ilmu dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ketika generasi satu tingkat dibawahnya menerima transfer ilmu setingkat lebih sedikit, maka semakin ke belelakang, generasi tersebut akan mendapatkan transfer ilmu yang lebih sedikit pula, dan seterusnya sampai mereka berada diujung keruntuhan. Karena generasi satu tingkat dibawahnya menerima ilmu dan didikan yang berbeda maka hasil didikan itu melahirkan orang-orang yang berbeda pula.
Namun, hal itu tentu saja bisa di atasi. Jika saja generasi selanjutanya mau belajar lebih, tidak hanya dari 1 sumber ,namun juga sumber sebelum-sebelumnya. Jika generasi setelahnya memiliki kesadaran penuh untuk menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya.
Permasalahn selanjutnya adalah faktor pada kondisi seperti apa generasi itu dibesarkan. Ketika suatu generasi dibesarkan pada masa kejayaan, maka generasi tersebut akan terbiasa dengan kehidupan yang mewah. Sehingga lahirlah generasi yang oportunis. Ketika generasi oportunia ini lahir dan tak biasa berada dalam tekanan maka itu adalah akhir dari masa kejayaan kerajaan tersebut.
Dan faktor selanjutnya adalah setiap generasi memiliki corak yang berbeda, ketika dihadapkan dengan generasi dengan kesadaran yang rendah, kualitas yang tidak begitu baik, etos kerja yang rendah pula, keberanian yang tergadaiakan, maka habisalah kerajaan ini. Pola didikan seperti yang dikatakan pada faktor penyebab pertama tadi akan mempengaruhi generasi macam apa yang dihasilkan oleh kerajaan tersebut.
07/desember/2016
0 komentar:
Posting Komentar