Rabu, 11 Maret 2020

"Selamat Pagi" dari Mareje

Alarm berdering berkali-kali. Inginku menarik selimut dan tidur lagi. Kalau saja hari ini saya tidak ada janji. Yapss, pagi ini saya dan suami berjanji dengan kawan-kawan mengujungi sebuah bukit di desa Mareje. Katanya sih tempatnya lumayan kece.

Pemandangan yang ditawarkan Mareje adalah area sawah dengan konsep terasering. Tak butuh waktu lama, usai subuhan kami langsung tancap gas. Deru suara X-ride memecah keheningan di jalan komplek perumahan. Masih terlihat embun yang hinggap di dedaunan saat kami lewat.

Jarak Mareje dari Mataram sekitar 50 menit.
Perjalan yang harus ditempuh membuat rem dan gas lumayan mederit. Setelah melewati jalan raya lembar, medan yang harus dilalui memang agak berkelok-kelok. Ada turunan, juga tanjakan tajam yang meharuskan gas motor tetap poll. 

Bisa dibilang, Mareje ini desa di dataran tinggi. Karena jarak yang lumayan jauh dari Mataram membuat saya berfikir desa ini termasuk wilayah Sekotong, eh ternyata masih termasuk Kecamatan Lembar. Sebagian besar wilayah ini adalah area persawahan dan perkebunan. Kami menemukan rumah-rumah warga, namun jarak atar rumah cukup renggang. Ada juga sekolah dan rumah ibadah. Jangan berharap menemukan toko-toko besar ya. 

"Selamat datang di desa Mareje" tulisan yang membuat saya mulai sumringah. Sejak tadi nafas saya sudah terengah-engah. Agak tegang karena sebelumnya saya pernah punya pengalaman yang tidak mengenakkan.  Pernah suatu hari, kami melewati medan seperti ini dengan motor yang kami kendarai saat ini. Kondisi motor yg kurang fit saat itu membuat saya harus turun dan berjalan kaki setiap melewati tanjakan.

Memasuki kawasan desa Mareje, kami tidak langsung disuguhkan pemandangan yang membuat kami harus berdecak. Seperti alur cerita dalam karya fiksi, kami disuguhkan intro dulu, baru memasuki puncak.

Sampai di lokasi, pastinya kami bahagia sekali. Ini sih bukan lumayan kece lagi,
pemandanganya lebih cantik dari rengganis. Buat saya sinar mentarinya juga lebih manis dari manggis. Kalo perginya bareng pasangan, sunrise di sini terasa jauh lebih romantis.
Barisan sawahnya sangat hijau. Padi dan jagung saja bisa terlihat memukau.
Semuanya tersusun begitu rapi. Yang tak kalah penting, udara di Mareje ini segar sekali. Tapi ada satu hal yang kami lewati, momen munculnya mentari pagi tadi.

Tapi, tak masalah lah. Disuguhkan keindahan semacam ini saja sudah bikin enak suasana hati. Ketenangan ini jadi bekal untuk memulai hari. I feel so bless, that I can release this stress.

Perjalanan di pagi hari, terkadang menyuguhkan kisah yang asik untuk dibagi.
Anda bisa menikmati cerita ini dengan segelas kopi, boleh juga ditemani rokok dan sesobek roti.

Oia, ada hal menarik selain pemandangan alam dalam perjalan pagi ini. Yang tak luput dari pengamatan saya saat di perjalanan tadi adalah perjuangan ibu-ibu yang duduk di bak mobil sembari menahan kantuk.  Mobil pick up  yang mereka tumpangi berisi sayur-mayur itu terus melaju, dari kejauhan saya melihat mereka sesekali terangguk-angguk.

Ada juga bocah-bocah yang berjejer di pinggir jalan, dengan seragam lengkap anak  sekolahan. Mereka berjalan sebari bercengkrama dengan kawan. Sepertinya, jarak rumah dan sekolah yang lumayan renggang, tak membuat mereka patah arang.

Starter pack untuk hunting foto ke Mareje:
1. Outfit dengan warna cerah
2. Fotografer handal dan kamera yang memadai.
3. Daya dan kuota HP yang full, just in case kalau butuh google maps. #sinyal Telk*omsel lumayan kenceng dibandingkan provider lain.
4. Kendaran yang fit dan bensi yang full.
5. Tumbler berisi kopi atau air mineral.
6. Sarapan setelah menikmati sunrise.

8 komentar:

  1. Balasan
    1. Saya gk hafal jalannya ka. Ayo klo mau rame2, modal google maps

      Hapus
  2. Keren ya. Blogger Lombok rame-rame kesini yuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh bang, klo sunrise kudu berangkt subuh🤭. Ktanya sunsetan juga bisa si

      Hapus
  3. Wah keren... Dri dulu mw ksini tp gak jadi2.. Yuuk blogger Lombok skali2 adain meep up bareng 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya menunggu perintah suhu-suhu ni, keren klo sunrise breng di sana.

      Hapus
  4. kerennnnn,liatin dari poto aja udh adem aplgi langsung😍, ajkin kk kesini dong dek,😊

    BalasHapus

 

min verden Template by Ipietoon Cute Blog Design