Sabtu, 18 Mei 2019

Usaha terasi dan pemberdayaan perempuan

Terasi atau dalam bahasa Sasak disebut sebagai acan merupakan salah satu jenis bumbu yang terbuat dari ikan atau udang yang difermentasi. Warna dari bumbu yang satu ini bervariasi mulai dari hitam, coklat dan merah gelap. Terasi ini memiliki rasa dan aroma yang sangat tajam. Di Indonesia, bumbu ini digunakan untuk membuat sambal terasi. Selain itu, terasi juga digunakan sebagai penyedap dalam berbagai makanan tradisional Indonesia. Tak hanya ditemukan di Indonesia, bumbu ini juga dapat ditemukan di negara Asia Tenggara lainnya dan Tiongkok selatan

Untuk membuat terasi terbaik, pekerja di desa Jerowaru membutuhkan bahan baku terbaik. Mereka menggunakan udang rebon pilihan. Selain itu, pembuatannya harus melalui proses yg higienis. Pembuat terasi dari "Jero Acan", Desa Jerowaru, Lombok Timur, memiliki standar dalam proses pembuatan terasi, seperti menggunakan sarung tangan dan masker.

Hal yang membuat terasi JeroAcan berbeda dari terasi lainnya terletak pada proses pengeringan. Terasi ini dijemur di rumah penjemuran yang tertutup, hal ini membuat produk JeroAcan tidak terkontaminasi oleh benda-benda asing yg tersebar melalui udara terbuka. Tentu saja, ini membuat terasi JeroAcan gurih, bersih, dan higienis.


Salah satu perempuan belia yang kami temui merupakan salah satu anak pekerja di JeroAcan. Dia kuliah di salah satu universitas di Mataram. Dia mengatakan usaha terasi ini membuatnya mampu belajar sampai perguruan tinggi. Dia membayar biaya kuliahnya dengan uang yg dihasilkan dari usaha ini. Ini membuktikan bahwa usaha ini tak hanya memberdayakan pekerjanya, tapi juga anak-anak mereka.


 

min verden Template by Ipietoon Cute Blog Design