Senin, 27 November 2017

Fall?

Sedih?
Marah?
Indah?
Semua menjadi satu..
Dalam kesendirian, terkadang perasaan itu menyergap..
Sulit dipahami..
Beci? Ya, tapi bukan padamu..
Perasaan ini,
Ah, sudahlah..
Bisakah saya mengatakan "Aku Mencintaimu?"
Kendati perasaan ini belum berarah
Bisakah aku mengatakan "Aku Rindu?"
Keinginan itu membuncah
Lalu, seketika berbalik ke titik nadirnya

Jumat, 21 Juli 2017

Boomingkan wacana kesehatan untuk Indonesia sehat

Yang membuat wacana menjadi menarik adalah bagaiamana ia bertarung untuk merebut perhatian. Akhir-akhir ini kita seolah-olah luput dari wacana tentang alam dan kesehatan. Keduanya tengah bertarung melawan wacana politik dan RAS yang tengah hangat diperbincangkan.

Kendati demikian, wacana kesehata tetap ada, meski tidak sebooming wacana-wacan di atas. Misalnya hoax tentang memakan cincau dapat menyembuhkan penyakit tertentu, dan hoax-hoax lainya. Sehingga pengengetahuan kita tentang kesehatan, meskipun sebesar biji kurma patut kita bagikan, agar bisa menjadi pencerah bagi yang lain dan sebagai upaya untuk memboomingkan wacana di bidang kesehatan.
Jum'at lalu, tepatnya pada tanggal 14 Juli salah satu agenda dari kemenkesRI yang bertemu dengan bloger se-Lombok, mebahas tentang tindakan preventif untuk mencegah penyakit tidak menular yang tengah mengancam masyarakat. Gaya hidup kurang sehat disinyalir menjadi penyebabnya, selain faktor genetik (red: keturunan). Bloger yang masih memiliki pengaruh untuk menggiring publik agar lebih melek terhadap wacana kesehatan dilibatkan untuk mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Acara yang berlangsung Hotel Aston Inn itu diikuti oleh lebih dari 50 Bloger yang datang dari berbagai wilayah di Lombok. Sebelum mendapat materi tentang Germas, para Bloger dipersilahkan untuk mengecek kesehatan di stand yang telah disediakan. Ada yang cemas usai pemeriksaan karena, kadar gula di atas normal atau hanya karena berat badan yang naik satu kilo (you know girls).
Usai cek kesehatan gratis, para bloger yang sejak jam 8 pagi memenuhi Aula Senggigi ini disajikan materi tentang "Deteksi dini penyakit tidak menular" oleh dr. Birry Karim, sp. PD. Ia menyampaikan tentang beberapa penyakit cardiovascular yang tengah marak melanda masyarakat. Apa sih penyakiy cardiovascular? Menurut salah satu sumber, penyakit cardiovascular itu penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.

Nah penyakit cardiovascular yang umum ditemukan diantaranya ada Stroke dan Sakit jantung. Kira-faktor penyebabanya apa ya? Ada faktor penyebab yang bisa dikendalikan seperti kadar gula darah yang tinggi, kolestrol yang tinggi, kurang bergerak, merokok dan minum. Selain itu ada faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti faktor bawaan alias genetik.

Karena penyakit ini menjadi penyebab kematian utama, tak hanya di Indonesia tapi juga di Dunia, maka perlu dilakukan upaya-upaya agara masyarakat lebih aware terhadap jenis penyakit ini. Tindakan awal bisa dilakukan di tingkat keluarga dengan melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Hal-hal yang bisa dilakukan diantaranya Cek kesehatan secara rutin, Enyah asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelolal stress yang bisa disingkat dengan CERDIK.
Simple isn't it?? Karena mencegah lebih baik dari mengobati, so mari mulai budayakan hidup sehat dari sekarang!!😊


Rabu, 12 Juli 2017

Yang rumit itu istimewa

Dia Maha segala, sedangkan ciptaan tidak ada apa-apanya
Ciptaan dibuat tunduk karena tak berdaya dihadapanNya
Ciptaan yang tunduk akan diberika surga
Dan yang membangkan akan diberi gajaran berupa neraka
Dia meciptakan penyakit, juga obatnya
Dia menciptakan masalah, juga solusinya
Ciptaan kemudian kebingungan dengan  pertanyaan-pertanyaan dari mana, mengapa, untuk apa dan segala tentang "ADAnya".
Ciptaan merasa dirinya begitu rumit, tentu saja. jika ia dapat memahami dirinya dengan otaknya maka ia adalah ciptaan yang tidak istimewa.
Jika untuk menjadi istimewa ciptaan harus menjadi rumit, bagaimana dengaNya?
Tidakkah Ia juga akan terkesan terlalu rumit untuk memahami diriNya sehingga Ia menciptakan kita?

*Istigfar*
Sebelum ini terlintas dibenakku, sepertinya Kau sudah lebih dahulu tahu 😁
"Seharian aku tengah bingung, medalami sebuah kelainan yang oleh para ahli disebut sebagai bipolar. Sebuah keadaan dimana emosi tidak stabil dengan perubahan yang sangat signifikan. Dari depresi hingga hiperaktif (red: mania). Jika menjadi bipolar disebut sebagai " disorder" dan merupakan ketidak normalan  aku menyadari bahwa Tuhan menciptaan manusia yang begitu rumit dan istimewa dengan segala problematikanya. Mereka menjadi unik dengan caranya, terutama pada hal psikologis. Jika saja dengan otak ini aku mampu memahami manusia, mungkin tuhan telah menciptakan mahluk yang begitu bodoh tapi, karena ia terlalu kompleks untuk dipahami maka ia menjadi ciptaan yang spesial"

Rabu, 24 Mei 2017

Generasi

Suatu kerajaan atau dinasti pasti pernah mencapai masa kejayanya. Namun, pada akhirnya kerajaan itupun mengalami kemunduran dan pada akhirnya runtuh.

Penyebabnya pun beragam, bagiku salah satu penyebanya adalah tidak tuntasnya transfer ilmu dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ketika generasi satu tingkat dibawahnya menerima transfer ilmu setingkat lebih sedikit, maka semakin ke belelakang, generasi tersebut akan mendapatkan transfer ilmu yang lebih sedikit pula, dan seterusnya sampai mereka berada diujung keruntuhan. Karena generasi satu tingkat dibawahnya menerima ilmu dan didikan yang berbeda maka hasil didikan itu melahirkan orang-orang yang berbeda pula.
Namun, hal itu tentu saja bisa di atasi. Jika saja generasi selanjutanya mau belajar lebih, tidak hanya dari 1 sumber ,namun juga sumber sebelum-sebelumnya. Jika generasi setelahnya memiliki kesadaran penuh untuk menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya.

Permasalahn selanjutnya adalah faktor pada kondisi seperti apa generasi itu dibesarkan. Ketika suatu generasi dibesarkan pada masa kejayaan, maka generasi tersebut akan terbiasa dengan kehidupan yang mewah. Sehingga lahirlah generasi yang oportunis. Ketika generasi oportunia ini lahir dan tak biasa berada dalam tekanan maka itu adalah akhir dari masa kejayaan kerajaan tersebut.

Dan faktor selanjutnya adalah setiap generasi memiliki corak yang berbeda, ketika dihadapkan dengan generasi dengan kesadaran yang rendah, kualitas yang tidak begitu baik, etos kerja yang rendah pula, keberanian yang tergadaiakan, maka habisalah kerajaan ini. Pola didikan seperti yang dikatakan pada faktor penyebab pertama tadi akan mempengaruhi generasi macam apa yang dihasilkan oleh kerajaan tersebut.

07/desember/2016

Rabu, 08 Maret 2017

Kau tau


Hari ini mungkin hari bahagiamu
Dimana tawa dan senyummu tercapur indah
Semua kata manis akan tertuju kepadamu
Hingga do'a dan harapanpun terselip di setiap celah

Tapi hari ini terasa sedih bagiku
Walau bahagiamu aku pinta tak berselang
Hanya aku tersadar di sendiriku
Detik yang diberikanNya telah hilang

Waktumu sudah semakin menipis
Dengan semua yang sudah terjadi
Membatku ingin melihatmu terus
Kekal, tak akan pernah pergi

Kau tahu bahwa aku manusia biasa
Aku tahu kau bersamanya

Sedikitpun aku tak pernah takut
Jika kau memang bersamanya
Hanya satu yang aku takut
Dimana aku kehilangan rasaku ini semuanya

By: AOZ
09/03/2017
To Me

Senin, 06 Maret 2017

Waiting for godot

Sama seperti dalam drama waiting fo godot, mereka terus membicarakan hal yang sampai akhir drama tidak pernah muncul. Sama seperti pertanyaan akan hal yang bisa dikatan diluar jangkauan pengindraan(trasenden), kita selalu bertanya namun tidak pernah berakhir pada jawaban yang benar-benar final. Karen itu, kemudian kita memilih untuk menjalankan banyak hal tanpa bertanya. Mereka berkata daripada bertanya dan tidak mendapatkan jawaban, lebih baik lakukan saja. Namun, hal ini pun kontradiktif, karena kita dikaruniai fikiran untuk berfikir, lalu akupun kembali bertanya. Sama seperti sebelum-sebelumnya hal yang penuh dengan kontradiksi itu begitu absurd.

Kembang kuning-sikur-lotim
7 maret 2017
02.33 am

 

min verden Template by Ipietoon Cute Blog Design