Selama beberapa waktu terakhir, saya tengah berfikir "apa jadinya negara ini tanpa legitimasi?". Jika orang-orang mulai sadar akan segala sesuatu yang dilakukan oleh negara melalui legitimasi untuk mengatur dan menundukkan rakyatnya. Rakyat tidak lagi hidup dibawah nilai atau aturan yg sama yang ditetapkan oleh negara, melainkan rakyat sudah bisa memproduksi nilai yg mereka yakin masing-masing yg berlawanan dengan negara. Sebut saja hal ini dengan istilah shared myth atau shared value (nilai bersama) vs intersubjective reality (realitas yg diyakini masing-masing individu).
Dalam kasus bom Surabaya misalnya, negara memiliki versi bahwa pelaku pengeboman adalah kelompok JAD atau kelompok yang sudah berbaiat ke Daulah Islamiah. Namun di lapangan, bermuculan beberapa asumsi bahwa ini adalah rekayasa pemerintah untuk melanggengkan kekuasaan. Atau, pelaku pengeboman hanyalah kurir suruhan untuk mendiskritkan islam. Atau pandangan lainnya. Pandangan-pandangan tersebut kemudian diyakini oleh beberapa individu sebagai realitas mereka.
Ketika negara gagal menancapkan legitimasi pada kasus ini, untuk membuat rakyat yakin bahwa kelompok JAD itu ada, bahkan sebaliknya negara yang dituduh berada di balik ini semua. Apa yang akan terjadi? Sebagai orang tak lagi percaya pada apa yang negara yakini atau kebenaran versinya. Semakin lama kepercayaan terhadap negara dan instansi lainnya semakin terkikis.
Kita menyadari bahwa selama ini, yang membuat kita masih menjadi negara yang utuh adalah karena kita memiliki "mimpi yang sama" atau shared value tadi yang tertuang dalam segala aturan untuk menciptakan kehidupan berbangsa yg lebih baik. Jika kepercayaan pada negara mulai terkikis dan mimpi-mimpi yg sudah dibangun itu tak lagi dianggap sebagai mimpi bersama maka, bukan tidak mungkin kita akan memilih jalan masih-masing dan bubaran (eits, jangan baperrrr di bagian ini 😂😂)
Itulah mengapa, legitimasi dan shared value itu penting. Untuk menjaga mimpi bersama yg sudah dibangun bersama. Meskipun yg namanya mimpi tidak jauh berbeda dengan myth 😊.Langgengkan legitimasimu mewujudkan mitos-mimpi bersama.
Dan ini semua tentang kepatuhan~~
Tapi, bisakah kepatuhan ini didapat tanpa menghilangkan sikap kritis? Ah.. let me think about it.